BERITA KESEHATAN

Waspadai 6 Jenis Artritis atau Radang Sendi yang Bisa Kamu Alami

Waspadai 6 Jenis Artritis atau Radang Sendi yang Bisa Kamu Alami
Waspadai 6 Jenis Artritis atau Radang Sendi yang Bisa Kamu Alami

VIPBANDARQ Lounge – Waspadai 6 Jenis Artritis atau Radang Sendi yang Bisa Kamu Alami. Apakah kamu pernah merasakan sakit atau nyeri di persendian? Bisa jadi itu adalah gejala radang sendi atau artritis. Selain nyeri, artritis juga bikin sendi jadi kaku dan sulit untuk digerakkan.

Bisa terjadi pada salah satu atau beberapa sendi di tubuh, ada banyak jenis artritis dan beragam hal yang bisa menyebabkan peradangan pada sendi. Nah, berikut ini jenis artritis yang perlu kamu ketahui. Simak, ya!

1. Osteoartritis

Osteoartritis adalah jenis artritis yang angka kasusnya paling banyak. Melansir Mayo Clinic, osteoartritis terjadi ketika tulang rawan yang menjadi bantalan ujung tulang di persendian secara bertahap memburuk atau mengalami kerusakan.

Apabila tulang rawan mengalami kerusakan, itu bisa mengakibatkan gesekan langsung antar tulang pada sendi. Kondisi inilah yang menimbulkan rasa sakit dan peradangan di persendian.

Bisa merusak sendi mana pun, tetapi osteoartritis paling sering menyerang sendi di tangan, pinggul, tulang belakang, dan lutut.

Gejala umumnya berkembang secara perlahan dan memburuk seiring berjalannya waktu. Gejalanya meliputi sakit atau nyeri sendi, kekakuan pada sendi, sendi kehilangan fleksibilitas, terjadi pembengkakan pada sendi, muncul bunyi seperti berderak saat sendi digerakkan dan bone spurs (tulang yang tumbuh menonjol di sekitar persendian).

2. Artritis reumatoid

Termasuk dalam penyakit autoimun, artritis reumatoid terjadi ketika sistem imun seseorang menyerang jaringan tubuhnya yang sehat. Jenis artritis ini umumnya memengaruhi bagian kaki dan tangan terlebih dulu, tetapi bisa juga terjadi di sendi mana pun.

Gejalanya sering memengaruhi persendian yang sama di kedua sisi tubuh. Artritis reumatoid menyebabkan peradangan, pembengkakan, nyeri sendi. Artritis jenis ini juga bisa memengaruhi organ tubuh seperti mata (mata kering) dan paru-paru serta jantung (nyeri dada).

Melansir Medical News Today, pada artritis reumatoid, sistem kekebalan tubuh menyerang sinovium (lapisan membran yang mengelilingi sendi). Bila ini terjadi, maka muncul peradangan pada sinovium yang akhirnya merusak tulang rawan. Tendon dan ligamen sebagai penyangga sendi juga bisa melemah dan meregang. Secara bertahap, sendi akan kehilangan bentuknya.

3. Gout

Waspadai 6 Jenis Artritis atau Radang Sendi yang Bisa Kamu Alami

Gout atau penyakit asam urat adalah jenis artritis yang bisa menyerang siapa saja. Umumnya serangan gout terjadi jempol kaki, tetapi tak menutup kemungkinan memengaruhi sendi di bagian tubuh lainnya seperti pergelangan kaki maupun tangan, lutut, siku, dan jari.

Menurut keterangan dari Mayo Clinic, gout bisa terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi. Kondisi tersebut bisa menyebabkan terbentuknya kristal asam urat. Kristal yang terakumulasi di sendi menimbulkan peradangan dan rasa nyeri.

Tubuh menghasilkan asam urat ketika memecah purin, zat yang ada secara alami di dalam tubuh. Purin juga bisa terkandung dalam berbagai makanan, seperti daging, beberapa jenis seafood, minuman beralkohol, dan minuman dengan kandungan gula tinggi.

Normalnya, asam urat larut di dalam darah dan melewati ginjal untuk kemudian dikeluarkan bersama urine. Kadang, tubuh terlalu banyak menghasilkan asam urat atau ginjal terlalu sedikit mengeluarkan asam urat. Ketika ini terjadi, asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal pada sendi atau jaringan di sekitarnya.

4. Spondilitis ankilosa

Berdasarkan keterangan dari Spondylitis Association of America, spondilitis ankilosa (ankylosing spondylitis atau penyakit Bechterew) adalah jenis artritis yang secara spesifik memengaruhi tulang belakang. Kondisi ini menimbulkan peradangan pada sendi tulang belakang, nyeri, dan ketidaknyamanan.

Baca Juga : Tradisi Kawin Lari suku Kalash

Pada kasus yang parah, peradangan yang terjadi bisa mengakibatkan ankilosis, yaitu pembentukan tulang baru pada tulang belakang. Kondisi tersebut bisa membuat bagian atau ruas tulang belakang menyatu dalam posisi tetap dan tidak dapat digerakkan. Spondilitis ankilosa juga bisa memengaruhi sendi sakroiliaka yang terletak di tulang belakang bagian bawah, tempat tulang belakang bergabung dengan panggul.

Selain tulang belakang, spondilitis ankilosa juga dapat menyebabkan peradangan, nyeri, dan kekakuan pada bahu, pinggul, tumit, tulang rusuk, dan persendian kecil di tangan dan kaki.

5. Artritis psoriatik

Artritis psoriatik (psoriatic arthritis) adalah radang sendi yang menyerang orang-orang dengan psoriasis. Kondisi ini juga termasuk penyakit autoimun.

Melansir Mayo Clinic, sebagian besar pasien artritis psoriatik mengalami psoriasis terlebih dulu. Namun, jenis artritis yang satu ini juga bisa dialami sebelum gejala psoriasis muncul. Radang sendi bisa dirasakan di berbagai sendi, seperti tangan, punggung, dan kaki. Gejala umumnya adalah sendi yang terasa nyeri, kaku, dan bengkak.

Artritis psoriatik bisa dialami segala usia, tapi lebih dialami orang-orang yang usianya 30-50 tahun.

Pemicu artritis psoriatik belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang bisa berkontribusi, seperti genetik dan lingkungan. Selain berhubungan dengan adanya riwayat penyakit tersebut dalam keluarga, infeksi virus atau bakteri juga bisa memicu kemunculan artritis psoriatik.

6. Artritis septik

Waspadai 6 Jenis Artritis atau Radang Sendi yang Bisa Kamu Alami
Waspadai 6 Jenis Artritis atau Radang Sendi yang Bisa Kamu Alami

Mengutip dari WebMD, artritis septik (septic arthritis atau infectious arthritis) disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Ini merupakan jenis artritis yang memengaruhi sendi-sendi besar, seperti pinggul dan lutut.

Umum menyebabkan artritis septik pada orang dewasa dan anak-anak adalah Staphylococcus dan Streptococcus. Bakteri tersebut menyebar melalui aliran darah hingga mencapai sendi.

Bisa masuk ke dalam aliran darah lewat luka terbuka, suntikan, atau operasi di area sendi. Gejalanya umum berupa pembengkakan pada sendi, kemerahan dan terasa hangat, nyeri sendi, demam, lelah, dan lemah.

Itulah beberapa jenis artritis atau radang sendi yang bisa kamu alami, sehingga perlu diwaspadai. Jangan sepelekan jika mengalami nyeri sendi yang tak kunjung sembuh, terlebih bila timbul gejala peradangan seperti kemerahan dan bengkak. Agar tak memburuk, konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapat penanganan medis yang tepat.

cs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *