tradisi kawin lari
BERITA UNIK

Tradisi Kawin Lari suku Kalash

VipbandarqLounge Mengenal tradisi kawin lari dan perceraian yang unik khas Suku Kalash.

Tradisi kawin lari adalah istilah yang jarang sekali kita temukan saat ini.

Hal itu semua karena ada faktor berubahnya pandangan masyarakat di mana percintaan dengan di jodohkan tidak lagi zamannya.

Sekarang bukan lagi zamannya Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih, saat ini semua anak muda bisa dengan besar menemukan siapa calon pasangannya.

Tentang tradisi kawin lari dari suku Kalash yang unik

Kawin lari bisa jadi sebuah hal yang tak wajar di zaman ini, meski demikian ada juga yang melakukannya.

Tetapi di Suku Kalash, tradisi kawin lari adalah sebuah hal yang lumrah di lakukan secara turun-temurun.

Para perempuan suku Kalash bisa melakukan kawin lari jika memang orang tua tak setuju dengan percintaan anaknya, dan itu adalah hal wajar.

Pada Desember lalu ada sebuah festival unik, di sana tradisi bagi orang yang melakukan kawin lari di selenggarakan.

Mereka yang berniat untuk menikah tanpa ada restu orang tua akan datang ke sana dan melakukan ijab kabul atau pernikahan sesuai agamanya.

Kedudukan wanita di Suku Kalash

Ada hal yang nyentrik dalam memandang kaum wanita di suku ini. Para warganya lebih konservatif dan perempuan adalah gender kedua.

Meski demikian tak ada yang menyangka kalau wanita di suku ini memiliki kebebasan yang setara dengan lelaki.

Misalnya kalau mereka tak di restui, tetapi kalau sudah melakukan kawin lari maka lambat laun mereka akan tetap di terima di keluarganya kembali.

Hal ini terjadi karena warga Kalash menganggap kalau wanita adalah gender kedua dan mereka memiliki kebebasan atas hidupnya.

Maka dari itu tak sedikit perempuan di sana yang mendapatkan pendidikan tinggi atau profesi yang berpengaruh untuk masa depannya.

Tak cuma kawin lari saja perceraian juga bebas dilakukan

Perceraian adalah hal yang biasa terjadi di suku Kalash.

Setelah di telusuri cerai juga bebas di Suku ini.

Hal ini tentunya karena pandangan masyarakat Suku Kalash yang membebaskan wanita untuk memilih masa depannya.

Maka dari itu ketika seorang istri minta cerai pada suami adalah kewajiban suami untuk menurutinya.

Ada hal unik di mana perceraian ini, karena suami baru harus memberikan hadiah kepada suami yang lama.

Demikian dengan hadiah yang di berikan, harus lebih besar dari mahar yang dulunya sempat di berikan kepada si istri.

Hal ini adalah tanda kalau suami yang baru memang serius untuk berumah tangga dengan istrinya.

Selain tradisi kawin lari banyak tradisi yang sudah pudar

Meski beberapa tradisi masih ada hingga sekarang, tetapi kenyataannya memang banyak juga yang sudah hilang.

Hal ini karena faktor kemajuan zaman dan globalisasi yang membuat beberapa kebiasaan masyarakatnya secara otomatis berubah.

Salah satunya adalah budaya pakistan dan Islam yang masuk pada suku Kalash.

Banyak nama khas yang ada pada Suku Kalash pada akhirnya berganti jadi ala Pakistan seperti Iqbal Shah dan Gul Bahar.

Begitu juga dengan bahasa yang ada di sana, meski pada dasarnya mereka menggunakan bahasa daerah pada kehidupan sehari-hari.

Tetapi saat di sekolah anak-anak akan menggunakan bahasa Urdu.

Buruk atau tidaknya pandangan ini, masing-masing memiliki cara berbeda menyikapinya.

Dari tradisi dan kawin lari yang bebas di sana, ada juga maksud yang luar biasa.

Penduduk suku Kalash ini sangat menghargai kebebasan seorang wanita dalam menentukan masa depannya.

Maka dari itu, jalan apapun yang diinginkannya, ia sendiri yang akan bertanggung jawab dan menerima resiko dari hal itu.

Editor : Vipbandar99

cs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *