pembunuh suami
BERITA UNIK

Pembunuh Suami & Anak Tiri Dihukum Mati

Skenario pembunuh suami dan anak tiri terbongkar hingga divonis hukuman mati.

VIPBandarQLounge

Peristiwa pembunuhan dua orang lelaki yang merupakan ayah dan anak sempat membuat heboh masyarakat beberapa waktu silam.

Korban diketahui bernama Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan M. Adi Pradana.

Jasad mereka ditemukan dalam sebuah mobil yang sudah terbakar.

Sebelumnya, tak ada yang mengira kalau aksi itu dalangnya adalah istri dan ibu tiri korban.

Rencana pembunuhan itu dirancang dengan skenario sandiriwara hingga pada akhirnya terbongkar ke publik.

Sampai vonis keluar dan hasilnya mencengangkan simak ulasan pembunuh Suami dan anak tiri berikut.

Rencana pembunuhan keji itu diawali oleh masalah utang yang sedang membelit Aulia sang pelaku.

Hal ini terjadi karena ia akan membuka restoran dengan ara meminjam kepada bank sampai nominal Rp 10 Miliar.

Rumah mewah yang berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan digunakannya sebagai jaminan.

Untuk melunasi utangnya itu, Aulia harus menanggung cicilan sebsar Rp200 juta setiap bulannya.

Sebagai salah satu upayanya, ia sempat membujuk suami, Edi Chandra Purnama atau Pupung Sadili untuk menjual rumah itu, tetapi ditolak.

Hal inilah pemicu yang membuat Aulia sakit hati dan merencanakan untuk membunuh suaminya.

Sempat menggunakan santet hingga menggunakan senjata api untuk beraksi

Aulia langsung mencoba bermacam cara untuk menghabisi nyawa suaminya.

Bukan cuma suaminya, Dana anak tirinya juga menjadi target. Skenario awal dicoba menggunakan santet.

Namun upaya busuknya gagal membunuh keduanya.

Tak sampai disitu, Aulia kembali mencoba dengan senjata api. Namun seperti awalnya, rencana ini gagal karena harganya yang mahal.

Baik santet atau senjata api, wanita itu meminta bantuan pada mantan suami asisten rumah tangganya yang berinisial RD.

Menyewa pembunuh bayaran yang dijanjikan sejumlah uang

Tak sampai disana, Aulia kemudian berencana menggunakan jasa pembunuh bayaran, yaitu dua orang buruh tani asal Lampung.

Awalnya, kedua orang itu dihubungi dengan alasan untuk membersihkan gudang dirumahnya.

Namun rencana berubah jadi skenario pembunuhan tak lama saat mereka tiba di Jakarta.

Dari Aulia, keduanya disewa untuk menjadi eksekutor bagi Edi dan Dana dengan imbalan masing-masing 200 juta.

Sayangnya, Aulia tak menepati janji itu karena cuma memberikan uang Rp10 juta setelah keduanya berhasil membunuh Edi dan Dana.

Yang akhirnya meregang nyawa dengan cara diberi obat tidur dan dibekap menggunakan kain.

Skenario menghilangkan jejak gagal total

Untuk menyembunyikan kejahatannya, Aulia dibantu oleh anaknya yang berinisial KV dengan berencana membakar rumah Edi dan Dana.

Aksi itu dilakukannya agar keduanya seolah-olah meninggal karena kebakaran.

Upaya itu gagal karena hanya membakar kamar Dana di Lantai 2. Skenario berkutnya dilakukan dengan cara yang mirip tetapi tak sama.

Kali ini Aulia mencoba membakar kedua mayat korban didalam mobil. Modusnya, peristiwa itu agar terlihat seolah-olah terbakar.

Karena mobil terjun ke jurang. Upaya ini jgua berakhir dengan kegagalan karena KV tersambaar api dan menderita luka bakar saat membakar kedua mayat.

Auliat tertangkap dan rencananya terbongkar

Melihat KV yang menderita luka bakar, Aulia memutuskan melarikan diri dan membawa anaknya berobat.

Mobil yang separuh terbakar itu ditinggalkan begitu saja hingga ditemukan keesokan harinya oleh warga sekitar.

Auliat ditangkap tak lama setelah aksinya dilakukan.

Orang-orang yang membantunya juga diciduk dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya lewat jalur hukum.

Aulia dan KV dijatuhi pidana mati. Sementara, dua orang buruh tani yang jadi eksekutor dihukum 14 tahun penjara.

Selesai sudah sepak terjang pembunuh suami dan anak tiri ini.

Geovani Kelvin jadi tersangka pembunuhan berencana. Keduanya dijatuhi hukuman mati oleh ketua majelis hakim Suharno.

Editor : bandarq

cs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *