BERITA UNIK

Ketahui Penyebab Pusing Setelah Berolahraga, Apa Saja?

VipBandarQ Lounge Pusing setelah berolahraga adalah keluhan yang sering terjadi. Saat kamu mengerahkan kekuatan tubuh secara berlebihan, hal itu membuat jantung bekerja terlalu keras, hingga suplai darah ke otak berkurang. Itulah yang jadi penyebab pusing setelah olahraga.

Pusing setelah berolahraga adalah keluhan yang sering terjadi. Meski biasanya sensasi pusing itu bisa hilang dengan sendirinya, tetapi kadang bisa berlangsung lebih lama hingga butuh penanganan lebih lanjut.

Pusing setelah berolahraga adalah keluhan yang sering terjadi. Nah, dengan mengetahui beberapa penyebab pusing setelah olahraga seperti yang akan disebutkan di bawah ini, diharapkan kamu bisa melakukan langkah-langkah untuk mencegahnya.

Dehidrasi 

Dehidrasi terjadi saat tubuh kehilangan lebih banyak air daripada yang dibutuhkan. Kondisi ini dapat mempengaruhi setiap usia, dari anak-anak hingga lansia.

Saat berolahraga, suhu tubuh naik. Kondisi tersebut bikin tubuh berkeringat, yang mana itu adalah cara tubuh mengatur suhu, sehingga kamu tidak merasa kepanasan ketika udara atau suhu tubuh naik. Oleh sebab itu, kamu kemungkinan besar mengalami dehidrasi saat melakukan aktivitas fisik yang intens, terutama ketika cuaca panas.

Menurut sebuah laporan dalam jurnal BMC Public Health tahun 2018, pusing dan mual bisa jadi jadi gejala dehidrasi. Bila kamu tidak minum cairan yang cukup sebelum dan saat olahraga, kamu bisa mengalami pusing.

Gejala lain dehidrasi meliputi:

  • Mulut kering
  • Haus ekstrem
  • Merasa akan pingsan
  • Buang air kecil lebih jarang
  • Kelelahan

Overexertion 

Overexertion terjadi ketika kamu memforsir diri saat berolahraga. Kondisi overexertion meliputi kelelahan fisik karena beraktivitas fisik di luar batas kemampuan. Tanda-tandanya di antaranya: 

  • Pusing
  • Rasa ingin pingsan
  • Mual
  • Sesak napas
  • Haus
  • Muntah

Selain itu, merujuk penelitian dalam Injury Epidemiology tahun 2015, dari 2.873 kasus cedera yang terjadi di fasilitas kebugaran, kasus cedera terkait overexertion menyumbang 36,2 persen dari semua kasus. VipBandarQ

Tekanan darah rendah 

Tekanan darah adalah kekuatan darah yang mendorong ke dinding arteri. Melansir Medical News Day, tekanan darah yang normal adalah kurang dari 120/80 mmHg. Seseorang dikatakan punya tekanan darah rendah atau hipotensi bila hasil pengukuran menunjukkan kurang dari 90/60 mmHg.

Tekanan darah biasanya pada titik terendah sekitar 30 hingga 60 menit setelah berolahraga. Namun, beberapa orang mungkin mengalami penurunan yang lebih secara tiba-tiba.

Selain pusing, gejala tekanan darah rendah lainnya meliputi:

  • Penglihatan kabur
  • Pingsan
  • Kelelahan
  • Hilangnya konsentrasi
  • Mual

Perlu diketahui bahwa aktivitas apa pun bisa memicu tekanan darah rendah, terutama aktivitas fisik yang intens seperti olahraga.

Penggunaan mesin gerak berkelanjutan 

Ternyata, jenis olahraga yang dilakukan juga bisa menyebabkan pusing. Misalnya, menggunakan mesin elips atau treadmill, yang mana keduanya melibatkan gerakan terus-menerus. Kondisi tersebut lebih mungkin menyebabkan pusing. VipBandarQ

Melansir Medical News Today bahwa pengalaman ini disebut vertigo, yaitu kondisi pusing sampai merasa dirinya atau sekelilingnya berputar dan menyebabkan ketidakseimbangan.

Gula darah rendah 

Hipoglikemia atau gula darah rendah terjadi ketika kadar glukosa (gula) dalam darah sangat rendah.

Menurut laporan dalam jurnal Diabetes & Metabolism tahun 2011, pada kasus olahraga, kadar gula darah yang rendah disebabkan oleh ketidakseimbangan antara volume latihan, nutrisi, dan faktor lainnya seperti temperatur atau ketinggian.

Melansir Healthline, ketika berolahraga, selama 15 menit pertama, tubuh akan menarik gula (glukosa) yang mengambang di sekitar aliran darah dan otot untuk menopang tubuh. Setelah itu habis, maka gula darah akan turun.

Selain itu, otak mengandalkan glukosa untuk berfungsi secara normal. Ketika otak “kelaparan” karena glukosa, hal tersebut mungkin memicu pusing.

Tak cuma pusing, gejala hipoglikemia lainnya yang bisa timbul di antaranya:

  • Kecemasan
  • Kelelahan
  • Merasa lapar
  • Iritabilitas
  • Gemetar
  • Berkeringat

Kekurangan oksigen

Selama berolahraga, otot-otot tubuh menggunakan lebih banyak oksigen dari biasanya. Inilah sebabnya mengapa detak jantung dan pernapasan menjadi lebih cepat untuk memfasilitasi asupan oksigen yang lebih tinggi.

Bila kamu tidak bernapas cukup sering atau cukup selama atau setelah berolahraga, maka tingkat oksigen akan lebih rendah di otak. Pusing adalah tanda bahwa otak butuh lebih banyak oksigen.

Pusing setelah berolahraga

Aritmia jantung

Banyak kondisi yang dapat menyebabkan aritmia, seperti kondisi jantung dan stres emosional.

Olahraga juga dapat memicu atau memperburuk aritmia jantung, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung.

Tidak semua aritmia menyebabkan gejala. Namun, saat muncul, gejala yang bisa terjadi antara lain:

  • Pusing
  • Perubahan detak jantung
  • Pingsan
  • Tubuh terasa ringan
  • Sesak napas
  • Berkeringat

Bila mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas tadi, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Itulah beberapa penyebab munculnya pusing setelah melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Bila masih mengalami pusing padahal sudah melakukan langkah-langkah pencegahan, temui dokter untuk mengetahui penyebab pastinya dan mendapat penanganan yang semestinya.

cs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *