Uncategorized

Hilal adalah Penanda Awal Bulan dalam Kalender Hijriah, Kenali Metode Penentuannya

Hilal adalah

VipbandarQ Lounge 
 Hilal adalah istilah yang kerap kali mencuat sebelum puasa Ramadan ataupun sebelum Lebaran Idul Fitri. Banyak orang memahami hilal sebagai cara menentukan hari pertama puasa atau hari pertama bulan Ramadan. 

Hilal lebih tepatnya adalah penentu awal bulan dan akhir bulan dalam kalender Islam. Untuk menentukan awal puasa ataupun kapan hari Lebaran, di perlukan langkah-langkah untuk mengamati hilal, sehingga nantinya di putuskan kapan umat Islam mulai berpuasa ataupun hari raya Idul Fitri.

Hilal adalah penentu awal bulan, yang biasanya di amati dengan metode hisab atau rukyat. Jadi, metode yang di lakukan untuk menetapkan awal bulan Ramadan dan hari Lebaran adalah kedua metode tersebut. Hilal adalah objek yang di amati dalam metode hisab dan rukyat tersebut.

Hilal adalah

20150717-Pemantauan Hilal-Jakarta

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hilal adalah bulan sabit. Hil al adalah bulan yang terbit pada tanggal satu Kamariah. Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat di lihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam.

Hilal adalah penampakan bulan baru yang usianya sangat muda. Jika di lihat, bentuk hilal seperti garis tipis melengkung ke atas. Bentuk hilal seperti bulan sabit, tetapi sangat tipis sehingga hampir tak terlihat jika tidak dipandangi dengan saksama. Jadi, hilal adalah penanda awal bulan baru dalam kalender Hijriah. Bila hilal belum terlihat, maka bulan dalam penanggalan Hijriah tersebut belum berganti.

Biasanya hilal di amati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum. Hilal juga merupakan bagian dari fase-fase bulan. Metode penentuan hilal yang biasa di lakukan ada dua macam, yaitu metode hisab dan rukyat.

Hilal adalah penanda awal baulan baru dalam penanggalan Islam. Terkait ketentuan penetapan awal puasa Ramadan juga telah di sampaikan oleh Rasulullah SAW. Berikut hadistnya yang di riwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Yang artinya: “Berpuasalah kalian pada saat kalian telah melihatnya (bulan), dan berbukalah kalian juga di saat telah melihatnya (hilal bulan Syawal) dan apabila tertutup mendung bagi kalian maka genapkanlah bulan Sya’ban menjadi 30 hari.”

Mengenal Metode Hisab

FOTO: Memantau Hilal Awal Ramadan

Hilal adalah penanda awal bulan baru yang di lakukan dengan beberapa metode, salah satunya metode hisab. Hisab secara harfiah di sebut juga “perhitungan”. Dalam dunia Islam istilah hisab sering di gunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat.

Sementara posisi bulan di perkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriah. Hal ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadan saat muslim mulai berpuasa, awal Syawal (Idul Fitri), serta awal Dzulhijjah saat jamaah haji wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Ibadah-ibadah dalam Islam terkait langsung dengan posisi benda-benda langit (khususnya Matahari dan bulan), jadi sejak awal peradaban Islam menaruh perhatian besar terhadap astronomi. Astronom muslim ternama yang telah mengembangkan metode hisab modern adalah Al Biruni (973-1048 M), Ibnu Tariq, Al Khawarizmi, Al Batani, dan Habash.

Dewasa ini, metode hisab telah menggunakan komputer dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi. Berbagai perangkat lunak (software) yang praktis juga telah ada. Hisab sering kali di gunakan sebelum rukyat di lakukan.

Salah satu hasil hisab adalah penentuan kapan ijtimak terjadi, yaitu saat Matahari, bulan, dan bumi berada dalam posisi sebidang atau di sebut pula konjungsi geosentris. Konjungsi geosentris terjadi pada saat matahari dan bulan berada di posisi bujur langit yang sama jika di amati dari bumi. Ijtimak terjadi 29,531 hari sekali, atau di sebut pula satu periode sinodik.

Mengenal Rukyat

Hilal

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak setelah terjadinya ijtimak. Rukyat dapat di lakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop.

Aktivitas rukyat di lakukan pada saat menjelang terbenamnya matahari pertama kali setelah ijtimak (pada waktu ini, posisi Bulan berada di ufuk barat, dan bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya matahari). Apabila hilal terlihat, maka pada petang (Maghrib) waktu setempat telah memasuki tanggal 1.

Namun, tidak selamanya hilal dapat terlihat. Jika selang waktu antara ijtimak dengan terbenamnya matahari terlalu pendek, maka secara ilmiah/teori hilal mustahil terlihat, karena iluminasi cahaya bulan masih terlalu suram di bandingkan dengan “cahaya langit” sekitarnya.

Dewasa ini rukyat juga di lakukan dengan menggunakan peralatan canggih seperti teleskop yang di lengkapi CCD Imaging, namun tentunya perlu di lihat lagi bagaimana penerapan kedua ilmu tersebut.

VIpbandarQ Register
BINGUNG MAU DEPOSIT TAPI ATM JAUH ?
MANFAATKAN E-WALLET ATAU PULSAMU SEKARANG JUGA !
DEPOSIT MUDAH DAN NYAMAN TANPA RIBET
HANYA DI VIPBANDARQ, GABUNG SEKARANG JUGA !
MENERIMA DEPOSIT SELURUH BANK YANG ADA DI INDONESIA !
📱 VIA PULSA TELKOMSEL & XL POTONGAN TERMURAH !
📞 WA : +6281381734654 /bit.ly/vipsuper8aaa

cs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *