BERITA UNIK

Sadis, Ini Eksperimen Hewan Tergila Sepanjang Sejarah

VipBandarQ Lounge Eksperimen menjadi sesuatu yang biasa. Ketika para ilmuwan menciptakan sesuatu yang baru, mereka akan terus melakukan eksperimen hingga mendapatkan hasil yang sesuai. Eksperimen menjadi sesuatu yang biasa. Enggak jarang eksperimen ini melibatkan makhluk hidup seperti hewan untuk dijadikan sebagai kelinci percobaan.

Eksperimen menjadi sesuatu yang biasa. enggak selalu berhasil. Dan ketika eksperimen ini gagal, maka yang jadi korban adalah para hewan ini. Eksperimen menjadi sesuatu yang biasa. Sedihnya, enggak jarang para hewan harus meregang nyawa dengan cara yang menyakitkan karena eksperimen-eksperimen gagal ini. Berikut ini delapan eksperimen hewan paling gila yang pernah terjadi!

Penelitian tentang kecenderungan seksual kalkun

Pada tahun 1960-an, dua peneliti dari Pennsylvania State University melakukan penelitian tentang kecenderungan seksual pada seekor kalkun. Jadi saat musim kawin tiba, mereka meletakkan kalkun betina tiruan dan membiarkan kalkun jantan melihatnya untuk mengetahui bagaimana reaksi si kalkun jantan.

Alih-alih menolak, kalkun jantan justru mendekati kalkun betina KW itu dan mencoba kawin dengannya. Enggak berhenti di situ, para peneliti ini mulai mengambil beberapa bagian tubuh kalkun betina ini secara bertahap untuk mengetahui reaksi kalkun jantan.

Dimulai dari mengambil ekor, kedua kaki, sepasang sayap, bahkan tubuhnya, sehingga hanya menyisakan bagian kepala yang disangga kayu. Hasilnya, perasaan kalkun jantan masih sama seperti sebelumnya.

Lazarus project 

Mencoba menghidupkan makhluk yang sudah mati adalah pekerjaan yang mustahil, bahkan untuk teknologi saat ini. Tapi percaya atau tidak, ada seorang peneliti yang pernah mencoba melakukannya di tahun 1930-an. Dia adalah Robert E. Cornish, peneliti asal University of California, Berkeley.

Robert percaya bahwa dia bisa menghidupkan makhluk mati selama makhluk itu tidak mengalami kerusakan organ. Penelitian pun dimulai dengan membuat empat ekor anjing sesak napas kemudian mati, dan meletakkannya di sebuah mesin aneh yang berfungsi untuk mengedarkan darah. Agar eksperimennya berhasil, Robert E. Cornish kemudian menyuntikkan campuran adrenalin dan antikoagulan.

Hasilnya? Dua dari empat anjing mati, sedangkan dua lainnya berhasil hidup selama berbulan-bulan dengan kerusakan otak parah dan buta.

Kedekatan manusia dan lumba-lumba 

Lazimnya, makhluk hidup akan kawin dengan makhluk hidup yang satu spesies dengannya. Tapi siapa sangka, bahwa ada hewan yang pernah kawin dengan manusia. Pada tahun 1967, peneliti lumba-lumba bernama John Cunningham Lilly mencoba mengajarkan lumba-lumba bicara bahasa Inggris. VipBandarQ

Pertama, Lilly menyulap sebuah ruangan menjadi kolam, kemudian meminta asistennya yang bernama Margaret untuk tinggal dan mengajari lumba-lumba jantan bernama Peter bahasa Inggris. Seiring waktu berjalan, Peter jadi semakin dekat dengan Margaret, bahkan Peter beberapa kali mencoba kawin dengan Margaret.

Demi eksperimen, Lilly meminta Margaret untuk memenuhi kebutuhan seksual Peter. Pada akhirnya, hubungan keduanya berakhir dengan tragis. Setelah penelitian selesai, Margaret meninggalkan Peter dan membuat lumba-lumba malang itu patah hati, lantas ‘bunuh diri’ dengan cara menolak naik ke permukaan untuk mengambil napas.

Transplantasi kepala monyet

Meski sulit, transplantasi jadi sesuatu yang cukup sering terjadi saat ini. Tapi beda kisahnya kalau kamu pergi ke tahun 1963. Saat itu, transplantasi bukanlah prosedur yang lazim, dan para peneliti masih bertanya-tanya apakah mereka bisa melakukannya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim penelitian dari Case Western Reserve University School of Medicine di Cleveland, Ohio memenggal kepala dua monyet, dan kemudian melakukan transplantasi kepala monyet ke monyet lainnya. Well, monyet itu memang berhasil hidup lagi selama satu hari dengan kondisi lumpuh, sebelum akhirnya mati keesokan harinya.

Zombie cat

Selama ini kita cuma tahu kalau zombie hanya ada di film, tapi siapa sangka jika zombie ternyata juga pernah hidup di dunia nyata. Tenang, zombie satu ini bukanlah mayat hidup yang akan menyerang manusia, melainkan kucing mati yang berhasil ‘dihidupkan’ kembali. Adalah Karl August Weinhold, peneliti asal Jerman yang percaya jika otak manusia itu seperti baterai yang direkatkan dengan seperangkat ‘kabel’ berupa sistem syaraf. VipBandarQ

Untuk membuktikannya, Karl kemudian melakukan sebuah eksperimen pada tahun 1817. Ia membunuh seekor kucing, dan menyuntikkan cairan tertentu ke tubuhnya. Selama 20 menit, kucing mati itu mengangkat kepala, membuka mata, bahkan melompat-lompat layaknya kucing hidup.

Anjing berkepala dua 

Kalau eksperimen yang dilakukan oleh Karl August sudah parah, itu belum ada apa-apanya dengan apa yang dilakukan oleh Charles Guthrie. Pada tahun 1908, ilmuwan asal Amerika Serikat ini membunuh seekor anjing, memenggal kepalanya, kemudian mencangkokkannya ke anjing lain. Guthrie memang berhasil menciptakan anjing berkepala dua pertama di dunia, sayangnya anjing malang itu hanya bisa hidup selama 26 menit saja.

Memperbaiki temuan Guthrie, dua ilmuwan Rusia yakni, A.G. Konevsky dan Vladimir Demikhov juga berusaha menciptakan anjing berkepala dua selama Perang Dingin. Dari dua puluh percobaan, satu anjing berkepala dua miliknya berhasil hidup selama sebulan sebelum akhirnya mati.

Anjing tanpa tubuh 

Satu tingkat lebih sadis dari Guthrie, seorang dokter asal Uni Soviet bernama Sergei Brukhonenko berusaha membuat seekor anjing tetap hidup meski tanpa tubuh. Sebagai ganti tubuh, Sergei menciptakan mesin pendukung kehidupan yang disebut dengan auto jector untuk membuat sirkulasi darah tetap berjalan meski tubuh anjing itu sudah tidak ada.

Untuk membuktikan bahwa anjing itu tetap hidup, Sergei menyinari mata anjing dan membuatnya berkedip. Tidak hanya itu, ia bahkan memukul meja dengan palu untuk memancing reaksi dari anjing malang tersebut.

Eksperimen menjadi sesuatu

Menyuntikkan LSD ke gajah

Lysergic acid diethylamide atau yang lebih dikenal dengan nama LSD adalah jenis narkoba berbahaya dan terlarang yang berasal dari sari jamur pada gandum hitam. Pada manusia, LSD dapat mengubah fikiran dan suasana hati penggunanya.

Jika pada manusia saja, LSD dapat menibulkan efek yang begitu buruk, lalu bagaimana efeknya pada hewan? Demi menjawab rasa penasaran tersebut, pada Agustus 1962, peneliti dari Oklahoma mengunjungi kebun binatang Lincoln Park di Oklahoma City.

Bukan hanya sekedar jalan-jalan, ilmuwan itu datang untuk mencari ‘korban’ untuk percobaan mereka. Akhirnya, para peneliti itu memilih seekor gajah bernama Tusko untuk disuntikkan 297 miligram LSD. Malangnya, LSD ternyata memiliki efek sangat buruk bagi gajah. Tidak lama setelah disuntik, Tusko mulai menunjukkan gelagat aneh. Gajah malang ini berjalan tanpa arah, sebelum akhirnya mati.

Itu dia delapan eksperimen hewan tergila sepanjang sejarah. Menurut kamu gimana? Sadis banget enggak sih?

cs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *