BERITA UNIK

Menurut Ahli Urologi, Ini Kesalahan Umum saat Buang Air Kecil

VipBandarQ Lounge Buang air kecil adalah hal alamiah yang setiap hari kita lakukan. Meski demikian, sudahkah kamu melakukan prosesnya dengan benar? Pasalnya, kebiasaan yang salah dapat memengaruhi kesehatan saluran kemih, seperti menyebabkan infeksi atau bahkan disfungsi otot.  

Berikut ulasannya berdasarkan dari penjelasan ahli.

Membasuh dari arah belakang ke depan  

Untuk perempuan, melakukan gerakan mundur untuk membersihkan diri setelah buang air kecil mungkin sudah biasa dilakukan. Namun, beberapa masih mengabaikan aturan ini saat pergi ke toilet. Padahal, arah gerakan membersihkan ini sangat penting untuk diperhatikan.  

Menurut ahli urologi dari Rumah Sakit Mount Sinai New York, Amerika Serikat (AS), Aaron B. Grotas, MD, menyeka dari belakang ke depan dapat memasukkan kotoran atau cairan ke dekat uretra (saluran untuk mengeluarkan urine), yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK).

Sunitha Posina, MD, dokter spesialis penyakit dalam bersertifikat, juga menjelaskan bahwa menyeka dari belakang ke depan dapat meningkatkan penyebaran bakteri berbahaya ke uretra. Perempuan biasanya memiliki risiko lebih besar terkena ISK atau masalah lain.  

Melansir dari Mayo Clinic, ISK merupakan infeksi yang terjadi di mana saja di sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Gejala yang dirasakan bisa berupa dorongan untuk terus-menerus urine keruh, urine bau menyengat, sensasi terbakar saat kencing, atau nyeri panggul pada perempuan.

Menahan kencing

Menurut ahli urologi Yale Medicine, Leslie Rickey, MD, mengabaikan keinginan buang air kecil dapat menyebabkan kebocoran urine, atau mungkin peregangan berlebih pada kandung kemih yang dapat menimbulkan masalah baru seiring bertambahnya usia. VipBandarQ

Dalam laman National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), juga dijelaskan bahwa menahan kencing dapat melemahkan otot kandung kemih dan mempersulit kandung kemih untuk benar-benar mengosongkan urine.

Buang urine terburu-buru dan tidak tuntas

Tergesa-gesa saat buang air kecil dapat menyebabkan tidak maksimal dalam mengosongkan kandung kemih. Adanya urine yang tertinggal ini dapat memungkinkan tumbuhnya bakteri dan menyebabkan infeksi saluran kemih, seperti keterangan dari NIDDK.

Melansir Livestrong, juga disebutkan bahwa pengosongan yang tidak tuntas ini juga dapat menyebabkan penyimpanan urine terkumpul. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan ISK dan masalah kesehatan lain, seperti batu kandung kemih, yaitu kristal garam yang terbentuk saat konsentrasi urine berkembang.

Mendorong saat buang air kecil 

Kondisi di atas dapat menyebabkan organ panggul turun, kesulitan mengosongkan kandung kemih, dan bahkan bisa menyebabkan wasir, jelas Jenny Archer, PT, DPT, terapis dasar panggul yang berbasis di Nashville, Tennessee, AS.

Sebaliknya, membiarkan urine mengalir secara relaks justru dapat membantu menjaga kandung kemih tetap bekerja dengan baik. Karena, itu tidak memaksakan otot kandung kemih berkontraksi secara berlebihan.

“Melayang” atau membungkuk saat buang air kecil

Duduk tegak atau sedikit condong ke depan dengan tangan relaks di kaki adalah posisi terbaik untuk buang air kecil. Berjongkok atau “melayang” di atas toilet hanya akan mengencangkan dasar panggul dan membatasi kekuatan kandung kemih berkontraksi. VipBandarQ

Hal ini menyebabkan kandung kemih menjadi lamban dan kesulitan mengosongkannya sendiri bahkan saat duduk.

Sementara itu, posisi membungkuk juga akan memberikan tekanan yang tidak perlu pada kandung kemih. Adanya tekanan tidak alami ini dapat membuat kandung kemih tidak bisa mengosongkan urine sepenuhnya. Selain itu, juga dapat menyebabkan kesulitan buang air kecil.

Buang air kecil

Tidak cukup minum air putih

Hidrasi yang buruk sering kali menimbulkan masalah saat buang air kecil. Seperti perubahan warna urine, bau urine menyengat, dan bahkan terkadang menimbulkan sensasi terbakar saat buang air kecil. Dalam laman Yale Medicine, tidak cukup minum air juga dapat menyebabkan ISK, batu ginjal, atau batu kandung kemih.

Kondisi dehidrasi juga dapat membuat urine pekat dan mengiritasi lapisan kandung kemih serta membuatnya lebih sensitif.

Setelah mengetahui informasi ini, yuk, sama-sama membangun kebiasaan sehat di toilet mulai sekarang.

cs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *