BERITA UNIK

Keutamaan I’tikaf di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadan

VipBandarQ Lounge Aisyah radhiyallahu ‘anha, berkata: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Aisyah radhiyallahu ‘anha, berkata: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, derajat pahala yang Allah berikan pada umatnya semakin tinggi. Artinya, semakin banyak kamu beribadah dan beramal di hari terakhir menjelang berakhirnya Ramadan, semakin banyak pula pahala yang kamu terima.

Salah satu amalan yang dianjurkan dilakukan di sepuluh hari terakhir Ramadan adalah i’tikaf atau berdiam diri di masjid sambil melakukan kegiatan bernilai ibadah, seperti tercantum pada hadis sahih di atas. Berikut keutamaan i’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan yang harus kamu tahu.

Mencari malam Lailatul Qadar

Untuk bisa bertemu Lailatul Qadar, kamu harus memperbanyak ibadah di malam hari. Dengan melakukan i’tikaf, kamu akan lebih fokus melakukan banyak kegiatan ibadah tersebut, seperti membaca Alquran dan tafsirnya, berzikir, salat qiyamul lail, dan kegiatan bermanfaat lain.

Insya Allah jika kamu beri’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan, kamu bisa berpeluang berjumpa dengan malam Lailatul Qadar.

Terjaga dari perbuatan maksiat

menjauh sejenak dari hiruk pikuk dunia, kamu lebih terlindungi dari bermacam jenis perbuatan maksiat. I’tikaf bisa mencegahmu dari kebiasaan bergosip, kalap berbelanja, atau urusan zuhud lainnya. VipBandarQ

Salat menjadi lebih khusyuk

Habluminallah atau hubungan Allah dengan manusia bisa semakin terbentuk jika kamu melakukan i’tikaf. Karenanya, kamu sembari berlatih agar ibadah salat kamu bisa lebih khusyuk. Salat, terutama salat fardu, bukan semata-mata menggugurkan kewajiban, namun lebih karena kamu membutuhkannya.

Memberi kesempatan untuk evaluasi diri.

Seperti pepatah: “gajah di pelupuk mata tampak, semut di seberang lautan tak tampak.” Artinya, manusia lebih mudah mengevalusi kesalahan orang lain ketimbang kesalahannya sendiri.

Momen beri’tikaf bisa memberimu ruang dan kesempatan melongok diri sendiri tentang hal-hal negatif yang kamu lakukan selama ini. Harapannya, setelah melakukan i’tikaf, kamu menjadi pribadi yang jauh dari perbuatan tercela. VipBandarQ

Aisyah radhiyallahu 'anha

Mengajarkan sabar dalam menjalankan amal saleh

Selain menjauh dari perkara zuhud, beri’tikaf bisa mengajarkan kamu menerapkan sifat sabar selama menjalankan amal ibadah. I’tikaf membuatmu lebih merasakan getaran hati saat melakukan ibadah-ibadah tersebut.

Sudah pahamkan tentang keutamaan dari i’tikaf. Jika gak sempat melakukan i’tikaf selama sepuluh hari penuh di akhir Ramadan, minimal kamu bisa menyempatkan satu hari untuk beri’tikaf di masjid-masjid terdekat. Semangat mendulang pahala!

cs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *