Uncategorized

Porsi Ideal Konsumsi Daging Kurban dan Kenali Risikonya Pada Kesehatan

Porsi Ideal Konsumsi Daging Kurban dan Kenali Risikonya Pada Kesehatan

Porsi Ideal Konsumsi Daging Kurban dan Kenali Risikonya Pada Kesehatan

VIPBandarQLounge  Porsi Ideal
Hari Raya Idul Adha memang identik dengan makan daging kurban yang disajikan dengan berbagai macam. Namun, tahukah anda berapa idealnya mengkonsumsi daging?

“Idealnya konsumsi daging saat idul adha, sebenarnya pola konsumsi makanan yang ideal tetaplah sama yaitu secara proporsi protein ¼, karbohidrat ¼, sayur ¼ dan buah juga ¼ dari porsi makanan kita sehari-hari. Prinsip utama mengatur porsi makan adalah bergizi, bervariasi dan berimbang,” Jumat (31/7/2020).

Jika mengkonsumsi makanan, kata Estiningtyas, perlunya menimbang agar tidak berlebihan. Esti menjelaskan pola konsumsi masyarakat Asia yang lebih banyak bersumber pada bahan pangan nabati.

Artinya, kebiasaan makan masyarakat bukan mengutamakan daging saja. Sebab jika tubuh diberi asupan daging yang berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan.

“Maka saat Idul Adha yang pada umumnya berlimpah daging, sebaiknya kta tetap mengendalikan diri dalam konsumsi, jangan berlebihan, karena sesungguhnya segala yang berlebihan itu tidak baik,” ujarnya.

Apa saja dampak bagi kesehatan jika terlalu banyak memakan daging, baik sapi maupun kambing?

sebenarnya hal ini tergantung pada tingkat toleransi individu. Ada yang tahan konsumsi daging dalam jumlah besar, tapi tidak sedikit pula yang tidak bisa mengontrol.

“Toleransi ini juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan individu. Misalnya seseorang dengan riwayat hipertensi dan kebetulan juga sensitif terhadap asupan daging kambing, maka saat dia tiba-tiba meningkatkan konsumsi daging kambing secara berlebihan, bisa jadi tekanan darahnya juga akan naik,” jelasnya.

VIP BANDARQ menyarankan, agar masyarakat tetap bisa mengenali diri sendiri dengan baik. Selanjutnya kenali juga tanda-tanda yang diberikan tubuh agar lebih waspada. Apakah tindakan kita ini masih dalam batas toleransi tubuh atau tidak.

“Hal ini termasuk juga pada pola konsumsi makanan, jangan hanya mengikuti keinginan untuk makan atau mumpung ada dimakan dalam porsi besar, tetapi makanlah secukupnya sesuai kebutuhan tubuh kita. InsyaAllah kita akan tetap sehat,” kata dia.

Saat memakan daging, tubuh harus tetap seimbang dan tidak berlebihan. Untuk menyeimbangkan, perlu juga asupan pendamping makanan lainnya agar tidak mengganggu kesehatan dan menimbulkan penyakit baru.

“Karena pola makan kita harus bergizi, bervariasi dan berimbang maka kita harus imbangi konsumsi daging tersebut dengan sayur dan buah dalam jumlah yang cukup,” pungkasnya.

cs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *